搜尋內容...
搜尋你想看的內容
台灣頭條
即時
政治
娛樂
社會
生活
國際
運動
財經
科技
地方
文教
體育
影劇
作者頭像
公視新聞網
2026-09-09

Krisis malnutrisi dan obesitas dialami sebagian anak di Indonesia

Sambil duduk di tempat tidur dan mengangkat dumbel, Intan, remaja 14 tahun yang tinggal di kawasan pinggiran Jakarta ini memiliki berat badan mencengangkan yang sempat mencapai 147,8 kg pada Januari lalu. Ia memutuskan untuk menjalani perawatan penurunan berat badan, mencakup suntik kurus, pengaturan kalori ketat, dan olahraga. Tak tega melihat Intan menangis akibat kelaparan, ibunya pasti akan memberinya makan, bahkan di tengah malam sekali pun. Intan sudah mencapai berat 35 kg saat menginjak usia empat tahun, sehingga harus mengenakan seragam sekolah berukuran besar, ia pun kerap mejadi sasaran aksi perundungan. Hal yang dialami Intan bukan satu-satunya kasus di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pesat di Indonesia dibarengi dengan masalah malnutrisi dan obesitas pada anak. Jumlah anak yang memiliki berat badan berlebihan meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Pakar menyoroti, tingginya frekuensi konsumsi makanan olahan, terutama camilan bercita rasa kuat merupakan faktor utama penyebab ketidakseimbangan gizi dan obesitas pada anak. Obesitas berpotensi memicu diabetes dan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, pakar memperingatkan, banyak orang tua tidak menyadari tingkat keseriusan masalah ini dan baru mencari bantuan medis setelah gejala memburuk. Untungnya, Intan masih belum telat dalam memperbaiki kondisinya. Setelah berhasil memangkas 34 kg, ia pun kembali ke bangku sekolah dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan obesitas guna mewujudkan aspirasinya sebagai seorang polwan.
新聞來源:https://news.pts.org.tw/article/826252